Kamis, 14 April 2011

Di dalam dunia Kemalasan, semua kalimat diucapkan dalam bentuk future-tense. Dengan "Melakukan saat ini" maka sejak itupun kamu sudah meninggalkan dunia kemalasan dan mulai hidup dalam dunia masa kini. Sering seringlah amati kalimat yang terucap, apakah masih mengandung kalimat futuretense. Jadi, di zaman manakah anda hidup ?
fenomena kepiting dalam ember sering terlihat di lingkungan yang penuh persaingan. persaingan untuk memperebutkan kesenangan duniawi.
Kepuasan tidak bisa diperoleh dalam pemuasan nafsu keinginan. kepuasan hanya bisa diperoleh dari melepas keinginan. Keinginan itu tidak ada batasan puncak dan dasar.
orang bijak suka menyembunyikan kebijaksanaannya dan cenderung memilih bertingkah seperti orang bodoh. tanya kenapa . . . .
jika begitu mudahnya suasana hati anda terusik karena ulah orang lain maka sesungguhnya kebahagiaan anda berada di "tangan orang lain" : ))
Jika kita melihat kesalahan orang lain, kita sendiri yang bersalah. -Hui Neng, The Sixth Patriarch of Zen-
motivator mengatakan "ciptakanlah mimpi yang spektakuler" sedangkan orang bijak mengatakan "Berhentilah Bermimpi". yang satu menjadi orang kaya yang mengejar kesenangan, satunya lagi menjadi orang sederhana yang hidup damai. selanjutnya, terserah anda . . .
tanpa berdana ibarat sepanjang hari hanya menghabiskan stock beras di lumbung milik sendiri tanpa berusaha mengisi lagi untuk bekal musim kering esok hari. masih sisa berapa musim lagikah lumbung kita ? atau malah hanya tersisa beberapa hari saja ?
Dunia ini cukup untuk memenuhi kebutuhan semua orang tetapi tidak cukup kalo dipakai untuk memenuhi keserakahan satu orang manusia
mereka menusuk punggungku dari belakang, jika saya membalasnya berarti saya pun sama jahatnya seperti mereka.

Selasa, 05 April 2011

Bahagia itu bukanlah dilihat dari apa yang kita miliki ataupun yang kita nikmati,tapi adalah bagaimana suasana hati dan pikiranMu.