Perenungan

Senin, 19 September 2011

Saat kematian, seorang meninggalkan
apa yang dianggap olehnya sebagai "milikku".
Menyadari ini, orang bijak seyogianya tak cenderung berbakti pada "milikku".
Diposting oleh Hendrik Wie di 11.19
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Arsip Blog

  • ▼  2011 (78)
    • ►  Oktober (12)
    • ▼  September (13)
      • Jika kita masuk ke dalam sungai, yang meluap dan b...
      • Ia yang batinnya bagai karang, kukuh, tak tergoyah...
      • Kemenangan melahirkan permusuhan. Kalah, berbaring...
      • Walaupun seseorang hidup seratus tahun tetapi tida...
      • The door of my heart will always be open to you, n...
      • Orang yang tidak terkendali bagaikan sedang membua...
      • Kekayaan tidak akan memadamkan api hasrat keseraka...
      • Saat kematian, seorang meninggalkan apa yang diang...
      • Jika engkau takut akan sakit, jika engkau tak meny...
      • Kenikmatan indrawi apa pun di dunia, kenikmatan su...
      • Jika anda tidak bisa berbuat baik kepada orang lai...
      • Aku akan menderita usia tua, Aku blm mengatasi usi...
      • Orang pintar yang bodoh bisa membuat sesuatu menja...
    • ►  Mei (3)
    • ►  April (11)
    • ►  Maret (39)

Mengenai Saya

Foto saya
Hendrik Wie
Lihat profil lengkapku

Pengikut

Tema Sederhana. Diberdayakan oleh Blogger.